
Majelis Ta'lim Malam Minggu Asshodriyah ke-9 yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 Oktober 2024, menghimpun jamaah dalam suasana khusyuk. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang khidmat oleh Ust. M. Fadh. Ust. H. Haikal Shodri, S.Psi., Msi, kemudian menyampaikan materi kajian yang penuh makna, memberikan bekal spiritual bagi para hadirin untuk menghadapi kehidupan akhirat.
Majelis Ta'lim Malam Minggu Yayasan Al Wathoniyah Asshodriyah 9
Jakarta, 27 Oktober 2024 - Majelis Ta'lim Malam Minggu Asshodriyah ke-9 yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 Oktober 2024, menghimpun jamaah dalam suasana khusyuk. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang khidmat oleh Ust. M. Fadh. Ust. H. Haikal Shodri, S.Psi., Msi, kemudian menyampaikan materi kajian yang penuh makna, memberikan bekal spiritual bagi para hadirin untuk menghadapi kehidupan akhirat.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah hadits dari Kitab Mukhtarul Ahadits yang diriwayatkan Imam al-Hakim:
أربع حق على الله ألا يدخلهم الجنة؛ ولا يذيقهم نعيمها: مدمن خمر؛ وآكل الربا؛ وآكل مال اليتيم بغير حق؛ والعاق لوالديه
"Empat golongan yang Allah haramkan masuk surga dan merasakan kenikmatannya yaitu peminum khamr, pemakan riba, pemakan harta anak yatim tanpa hak, dan orang yang durhaka kepada orang tua."
Ust. Haikal Shodri menjelaskan empat golongan tersebut secara rinci. Pertama, meminum khamr merupakan perbuatan haram dalam Islam dan merusak akal serta kesehatan, dan khamr dapat membuat peminumnya melakukan dosa yang lebih besar lagi, karena telah rusak akalnya. Kedua, beliau menjelaskan tentang riba, bahwa riba adalah praktik yang mengambil keuntungan secara tidak adil dari pinjaman uang itu melanggar hukum Islam karena sifatnya yang eksploitatif dan merusak perekonomian. Ketiga, mengambil harta anak yatim tanpa alasan yang syar'i merupakan tindakan zalim dan melanggar amanah. Allah SWT sangat melindungi anak yatim dan akan menuntut pertanggungjawaban bagi mereka yang menganiaya mereka. Dan yang keempat, golongan yang tidak akan mencicipi kenikmatan surga adalah orang-orang yang mendurhakai kedua orang tuanya, dan ini termasuk dosa besar yang dapat menghalangi seseorang dari surga.
Ust. Haikal Shodri, dalam ceramahnya, tidak hanya menjelaskan makna hadits tentang empat golongan yang diharamkan masuk surga, tetapi juga menghubungkannya dengan realitas kehidupan saat ini. Beliau mengingatkan para orang tua akan pentingnya membentengi anak-anak mereka dari pengaruh buruk lingkungan dan media sosial yang dapat merusak akhlak. Pesan ini sejalan dengan hadits tersebut, karena mendurhakai orang tua, salah satunya bisa dimaknai sebagai ketidakmampuan anak untuk menjaga akhlaknya dan terjerumus dalam perbuatan buruk. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan pesan hadits ini menjadi semakin relevan di era digital, di mana anak-anak lebih mudah terpapar berbagai pengaruh negatif. Ust. Haikal Shodri menekankan bahwa tanggung jawab utama orang tua adalah membimbing dan mengarahkan anak-anak mereka agar menjadi anak yang berakhlak. Dan itu merupakan tanggung jawab sebagai orang tua. Mereka harus terus berupaya menghindarkan anak-anak mereka dari jalan yang menghantarkan ke neraka dan membimbing mereka menuju jalan yang diridhoi Allah.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah untuk senantiasa memperhatikan perkembangan anak-anak mereka dan memberikan pendidikan agama yang baik. Semoga pengajian ini menjadi langkah awal bagi kita semua untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat yang lebih baik.