
Materi inti disampaikan oleh Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.T., Ph.D., Advisor PT. United Tractors Tbk. dan Direktur Akademi Inovasi Indonesia. Pak Wikan, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI pada tahun 2021-2022, menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan SMK, terutama terkait dengan tingginya angka pengangguran. Beliau menjelaskan bahwa industri lebih memerlukan lulusan yang memiliki soft skills seperti kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, da
Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.T., Ph.D., Advisor PT. United Tractors Tbk. dan Direktur Akademi Inovasi Indonesia
"Membangun Kemitraan, Perkuat Kompetensi, Siap Bersaing di Dunia Kerja"
Jakarta, 17 Oktober 2024 - SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta menggelar workshop bertajuk "Pengembangan Teaching Factory (Penguatan Kemitraan dan Workshop Pembelajaran TeFa)" pada Kamis, 17 Oktober 2024. Acara yang dihadiri oleh 81 pendidik dan tenaga kependidikan dimulai pukul 07.00 WIB dan dipandu oleh Ibu Sindy Marcelina, M.Pd. Suasana khidmat menyelimuti acara, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars yayasan, dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Zarkasi, S.H.I.
Bapak Mulyana, S.H., Kepala Biro Hukum, dan Litbang yayasan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh pendidik dapat mengimplementasikan materi workshop demi meningkatkan kualitas peserta didik. Bapak Sukarno, S.T., M.M., selaku Kepala Sekolah, juga menekankan pentingnya workshop ini untuk menambah wawasan para pendidik dalam mendidik generasi unggul, khususnya peserta didik di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta.
Materi inti disampaikan oleh Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.T., Ph.D., Advisor PT. United Tractors Tbk. dan Direktur Akademi Inovasi Indonesia. Pak Wikan, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI pada tahun 2021-2022, menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan SMK, terutama terkait dengan tingginya angka pengangguran. Beliau menjelaskan bahwa industri lebih memerlukan lulusan yang memiliki soft skills seperti kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan teamwork, selain hard skills yang biasanya diajarkan di sekolah.
Pak Wikan menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan industri, serta pengaturan kurikulum yang memfasilitasi peningkatan soft skills peserta didik. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal dan karakter yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan lulusan dapat lebih mudah terserap di dunia kerja.
Beliau juga menyatakan bahwa pengembangan Teaching Factory bukan hanya tanggung jawab pendidik produktif, tetapi juga seluruh pendidik, termasuk pendidik normatif dan adaptif. Selain itu, peserta workshop diberi pemahaman tentang alur dan SOP dalam pengembangan Teaching Factory dan Project-Based Learning (PJBL), yang meliputi pemahaman kurikulum hingga penyusunan rencana bisnis.
Workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan dari sekolah-sekolah komunitas yang tergabung dalam program Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menjadikannya sebagai wadah kolaborasi antar pendidik dari berbagai latar belakang. Dengan harapan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam proses pembelajaran sehari-hari, workshop ini diakhiri dengan diskusi dan sesi tanya jawab.
Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara pendidikan dan industri, serta meningkatkan kualitas pendidikan di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta.
(Elang Prabowo)