
"Learning by doing" menjadi kunci yang ditekankan Bapak Haikal. Beliau mendorong para peserta untuk memperkuat tekad dan semangat, serta mengubah mindset dan cara pandang. Beliau juga mengingatkan peribahasa bijak, "Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu," mengajak para peserta untuk membudayakan disiplin, kepatuhan terhadap peraturan, dan ketertiban.
Sebagaimana dilansir smkdp2jkt.sch.id, acara diawali dengan shalat Dhuha berjamaah yang diimami oleh Bapak Mohammad Faisal, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh Ibu Siti Aliyah A., S.Ag., Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta.
Suasana khusyuk menyelimuti SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta di bulan Ramadhan tahun ini. Sekolah menyelenggarakan program Madrasah Ramadhan selama empat hari pada tanggal 6, 7, 20 dan 21 Maret 2025. Madrasah Ramadhan merupakan program unggulan Divisi Keagamaan Yayasan yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik seputar ibadah puasa dan berbagai hal terkait bulan suci Ramadhan.
LDKOE ini bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas di kalangan siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Ali Hamzah, S.Pd., dalam amanatnya menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang keteladanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan komunikasi yang baik.
Penandatanganan MoU disambut hangat oleh Kepala PPKD Jakarta Pusat, Bapak E. Suzukiana, AP, M.Si., dan Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta, Siti Aliyah A, S.Ag. Kerja sama ini membuka akses bagi siswa dan alumni untuk mengikuti berbagai pelatihan yang sesuai dengan jurusan mereka.
Kepala Sekolah SMP Al Wathoniyah 9, Bapak Agus Gunawan, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan kegiatan ini. “Alhamdulillah, perkemahan dan pelantikan ini berjalan lancar. Saya melihat semangat dan dedikasi yang luar biasa dari para peserta dan pembina. Mereka telah menunjukkan keterampilan dan kemampuan yang patut diapresiasi,” ujarnya. Bapak Agus juga menekankan pentingnya evaluasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan serupa di masa mendatang.