
Salah satu fokus utama pengarahan Kepala Sekolah adalah kesiapan peserta didik dalam menghadapi berbagai kegiatan sertifikasi. Beliau menekankan pentingnya persiapan matang bagi peserta didik kelas X dan XI untuk Uji Sertifikasi Industri, serta persiapan pra-Uji Sertifikasi Kompetensi bagi peserta didik kelas XII. Beliau juga mengingatkan bahwa pembelajaran kelas XII normatif adaptif kini berfokus pada persiapan ujian sekolah, berbeda dengan metode pembelajaran di semester ganjil.
Puncak acara Yaumul Qur'an adalah ujian tasmi' yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, 12-13 Desember 2024. Sebanyak 40 peserta didik kelas 6 SD mengikuti ujian tasmi'. Mereka membacakan semua hafalan yang telah mereka tempuh selama belajar di SD Al Wathoniyah 9. Capaian hafalan peserta didik rata-rata sudah mencapai 1 juz, pada Juz 30, namun ada beberapa yang telah mencapai 2 juz (Juz 30 & 29), bahkan ada satu peserta didik yang hafalannya telah mencapai 3 juz (Juz 28-29- dan 30).
"Kegiatan ini bertujuan menjalin keakraban antar peserta didik, dari kelas sepuluh maupun kelas 12," ujar Ibu Siti Aliyah A, S.Ag. "Selain itu, kami juga ingin menumbuhkan semangat sportivitas dan kreativitas di kalangan peserta didik."
Selain pertandingan voli dan lomba-lomba tersebut, berbagai kegiatan menarik lainnya juga memeriahkan acara. Penampilan-penampilan dari peserta didik dan guru menambah semarak suasana, menciptakan atmosfer penuh energi positif. Semua kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan bakat peserta didik, serta mempererat hubungan antar peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah.
Workshop ini bertujuan untuk berbagi praktik baik serta menjadi wadah sharing ilmu dan wawasan bagi para pendidik, khususnya yang telah melakukan upskilling reskilling di BMTI Bandung. Para peserta workshop berasal dari berbagai konsentrasi keahlian di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta, yaitu Teknik Pemesinan (TP), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Teknik Sepeda Motor (TSM).
"Tujuan utama monitoring ini adalah untuk meninjau langsung dinamika mahasiswa yang tengah menjalankan tugas di sekolah-sekolah sasaran," ujar Tri Kurniasih, Kepala Seksi SMP dan SMA Sudin Pendididikan Wilayah 1 Jakarta Timur. "Kami ingin memastikan mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah di sekolah dan menyusun program prioritas yang relevan."